Senin, 03 Februari 2014

TATA CARA PENGURUSAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR


Yang dimaksud dengan surat masuk adalah surat-surat yang diterima oleh
suatu organisasi baik dari organisasi lain maupun dari perorangan. Prosedur penanganan surat masuk pada suatu organisasi secara umum akan meliputi aktifitas-aktifitas sebagai berikut:
1. Penerimaan Surat
Semua surat yang masuk diterima dan dikumpulkan pada suatu bagian atau
petugas tertentu. Kemudian diteliti alamatnya satu persatu apakah alamatnya benar atau tidak. Maksudnya apakah semua surat-surat yang masuk itu benar-benar untuk organisasi yang bersangkutan.
Untuk surat-surat yang salah alamat dipisahkan untuk dikembalikan kepada pihak pengirim. Apabila pengirimannya melalui pos dapat dikembalikan dengan cara mengembalikan pada kantor pos dan giro dengan diberi catatan “SALAH ALAMAT”. Demikian pula apabila pengirimannya melalui biro-biro jasa yang lain.
Untuk surat-surat yang benar pada organisasi yang bersangkutan, pada amplopnya atau pada suratnya diberi cap tanggal penerimaan. Misalnya surat yang diterima tanggal pada tanggal 21 Agustus 2008, diberi cap tanggal sesuai tanggal tersebut.
2. Persortiran Surat
Surat-surat yang telah diberi tanggal penerimaan tadi disortir berdasarkan tujuannya. Misalnya yang untuk direktur dan untuk bagian-bagian yang ada pada organisasi yang bersangkutan.
3. Pembukaan Surat
Setelah disortir surat-surat tersebut dibuka satu persatu sambil diteliti
tentang kelengkapan-kelengkapan yang ada.
Disini tidak semua surat boleh dibuka, tetapi ada beberapa jenis surat yang tidak boleh dibuka oleh petugas, hanya orang yang dituju sajalah yang mempunyai hak untuk membuka surat-surat tersebut. Surat-surat tersebut adalah yang berjenis rahasia dan surat pribadi atau private atau prive.
Untuk membedakan surat-surat tersebut dengan surat yang lain dapat dilihat dari amplop dan alamatnya. Untuk surat rahasia pada amplopnya akan dibubuhi tulisan RAHASIA atau RHS. Sedangkan untuk surat pribadi dapat dilihat dari cara penulisan alamatnya. Surat-surat pribadi alamatnya biasanya tanpa menggunakan jabatan, tetapi hanya namanya saja. Seperti misalnya:
Kepada
Yth. Bapak Ir. Sudirman
Kantor Depdiknas Malang
Jalan Veteran 7
Malang 63245
Atau biasanya pada sampulnya ditulis PRIVATE atau PRIVE atau yang lainnya yang menunjukkan bahwa surat tersebut surat pribadi. Sedangkan untuk yang surat dinas atau bisnis, biasanya hanya disebutkan jabatannya saja seperti misalnya:
Kepada
Yth. Direktur PT. SEMBADA
Jalan Arjuna 505
Purwokerto 53181
Setelah surat dibuka isinya dikeluarkan, jangan lupa untuk tetap menyertakan amplopnya. Jadi isi suratnya tetap menyatu dengan amplopnya, misalnya saja dengan distaples. Tujuan menyertakan amplopnya adalah untuk:
  1. mengetahui alamat si pengirim, apabila pada suratnya tidak ada alamat pengirimannya
  2. menghindari hilangnya sesuatu, apabila misalnya ada lampiran yang teringgal didalam amplop.
  3. Mengetahui tanggal pembuatan surat, apabila pada surat tidak tercantum tanggal pembuatan surat.
  4. Mengetahui tanggal pengiriman surat, khususnya apabila dikirim melalui pos, ini dapat dijadikan bukti apabila ada protes tentang keterlambatan datangnya surat.
4. Pengagendaan Surat Masuk
Setiap surat yang masuk akan dicatat pada Buku Agenda Surat Masuk. Adapun yang dicatat adalah nomor urut, tanggal penerimaan, tanggal surat, nomor surat, perihal surat, asal surat, tujuan surat, keterangan.
Contoh Buku Agenda Surat Masuk Sebagai berikut:
No Tanggal Terima Tanggal Surat Nomor Surat Perihal Asal Surat Tujuan Ket
18 21/8/2008 15/8/2008 12/KH/VIII Pajak Penjualan Kantor Pajak Malang Direktur
  1. Pengklasifikasian Surat
Surat-surat diklasifikasikan menurut jenisnya dan tingkat kepentingannya, misalnya surat rahasia, surat pribadi, surat dinas yang harus segera ditanggapi, surat dinas biasa, surat yang hanya berupa informasi.
6.  Pendistribusian Surat
Aktifitas disini adalah menyampaikan surat-surat ke alamat yang dituju. Tentang alamat yang dituju ada dua kemungkinan, yaitu perorangan, seperti untuk direktur/pimpinan, dan beberapa orang lainnya.
Untuk surat-surat yang ditujukan kepada pimpinan, sebaiknya dalam penyampaiannya disusun berdasarkan pengklasifikasian. Susunannya dimulai dyang paling penting sampai ke yang kurang penting dan ditrmpatkan pada sebuah map khusus.
Untuk mendistribusikan surat kepada bagian-bagian  yang ada pada suatu organisasi, biasanya ditempuh dengan cara menggunakan Buku Ekspedisi Intern. Buku ini mencatat tentang identitas surat, tujuan surat, tanda tangan/paraf penerima surat dan tanggal penerimaan surat. Contoh Buku Ekspedisi Intern adalah sebagai berikut:
BUKU EKSPEDISI INTERN
No Tanggal Terima Nomor Surat Tujuan Surat Tanda Tangan dan Tanggal
45 12/9/2007 89/Ps/K/IX/07 Bagian Personalia
Sering terjadi sebuah surat perlu diketahui oleh beberapa pihak. Untuk surat yang semacam ini cara pendistribusiannya ada beberapa cara yaitu:
  1. a. Diperbanyak
Surat tersebut diperbanyak sejumlah pihak yang harus mendapatkan surat tersebut,
kemudian didistribusikan dengan menggunakan Buku Ekspedisi Intern.
b. Menggunakan Slip Edaran
Yang dimaksud slip edaran adalah lembaran kertas yang memuat pihak-pihak yang akan dituju oleh surat tertentu. Slip edaran ini nantinya dilampirkan pada surat yang akan diedarkan.Setiap orang yang telah membaca surat tadi harus membubuhkan tanda tangan/parafnya dan diberi tanggal, kemudian diedarkan ke orang berikutnya. Orang yang paling akhir bertugas mengembalikan surat tersebut ke tempat yang telah ditentukan atau akan ada petugas yang mengambil surat tersebut.
Jadi disini suratnya tidak diperbanyak, tetapi diedarkan ke pihak-pihak yang dituju, dengan dilampiri slip edaran. Pada kolom catatan biasanya diisi tentang perlunya surat tersebut dibaca oleh pihak-pihak yang dituju. Misalnya: “Hanya sebagai informasi” atau “Hanya untuk diketahui”. Contoh slip edaran:
SLIP EDARAN
Tanggal                 : Tanggal Surat       :
Nomor Surat         :
Perihal                   :
Catatan :
No. Tujuan Paraf dan Tanggal



c. Menggunakan Slip Tindakan (Action Slip)
Dengan cara ini surat tadi diperbanyak sebanyak yang diperlukan. Kemudian masing-masing copy surat tadi dilampiri Slip Tindakan atau sering juga disebut Slip Penugasan. Bentuk slip tersebut biasanya adalah seperti yang tercantum di bawah ini. Slip ini diberi tanda pada salah satu atau beberapa perintah yang harus dilakukan sehubungan dengan surat yang diedarkan.
B. Prosedur Penanganan Surat Keluar
Dalam menangani surat keluar akan terdiri dari aktivitas-aktivitas sebagai berikut:
1.  Pembuatan konsep
Kegiatan yang pertama dalam menangani surat keluar adalah pembuatan konsep.Ada beberapa hal yang dapat membantu membuat konsep surat dengan baik, yaitu
  1. Penempatan tujuan. Maksudnya adalah sebelum pembuatan konsep-konsep surat dimulai, harus diketahui terlebih dahulu tujuan pembuatan surat tersebut. Seperti untuk membalas surat pesanan. Dengan mengetahui tujuan ini akan dapat diketahui isi dan macam surat yang akan dibuat.
b.  Menyediakan informasi pelengkap yang diperlukan. Dengan mengetahui isi dan macam surat yang akan dibuat, dapat dipersiapkan informasi pendukung yang diperlukan untuk surat yang akan dibuat dapat dipersiapkan terlebih dahulu.Hal ini sudah barang tentu akan mempermudah dalam proses penyusunan konsep surat.
  1. Mengetahui calon penerima surat.Calon penerima surat perlu di ketahui juga. Hal ini akan sangat membantu dalam memilih kata-kata dan bahasa yang cocok untuk digunakan dalam surat yang akan dibuat.
Kemudian dalam pembuatan konsep surat harus diusahakan agar konsep tersebut sudah dapat mencerminkan surat yang sesungguhnya. Maksudnya harus sudah dapat mencerminkan surat yang baik seperti, yang telah diterangkan sebelumnya.
2. Persetujuan konsep
Setelah konsep selesai dibuat harus terlebih dahulu disetujui oleh pihak yang bertanggungjawab terhadap surat tersebut. Dalam hal ini biasanya adalah orang yang akan menandatangani surat.
Untuk surat yang isinya menyangkut lebih dari satu pihak/departeman dalam suatu organisasi biasanya konsep tersebut akan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada pihak-pihak/departemen-departemen tadi.
Sebagai tanda persetujuan terhadap konsep tadi, maka pejabat yang berkepentingan terhadap surat itu akan membubuhkan parafnya pada konsep surat.
3. Pemberian nomor surat
Setelah konsep disetujui, konsep tersebut akan dilengkapi atau diberi nomor surat. Salah satu yang perlu diperhatikan dalam pembuatan/pemberian nomor surat hendaknya yang jelas, sederhana dan mudah dimengerti serta tetap bentuknya. Nomor surat biasanya merupakan gabungan dari nomor-nomor dan kode-kode tertentu, misalnya 231/K/Ps/IX/08, yang artinya:
- 231 = nomor urut surat
- K  = surat keluar
- Ps = kode untuk surat pesanan
- IX = bulan pembuatan surat
- 08 = tahun pembuatan surat
4. Pengetikan konsep
Setelah konsep surat diberi nomor surat, kemudian diketik. Dalam proses pengetikan ini, biasanya akan dilakukan hal-hal sebagai berikut;
  • diteliti apakah semua persyaratannya telah lengkap
  • dilihat berapa jumlah tembusan yang diperlukan
  • memprioritaskan pengetikan surat yang lebih penting dahulu, dilihat dari segi          waktu pengirimannya dan isinya
Setelah kegiatan hal tersebut di atas diteliti, berulang mulai proses pengetikan. Dalam proses pengetikan surat ini perlu diperhatikan bahwa bentuknya harus seragam, sesuai dengan aturan yang ada pada organisasi yang bersangkutan. Selain itu sudah barang tentu harus rapi dan tidak boleh ada kesalahan pengetikan.
Kemudian perlu diperhatikan juga, apabila surat tersebut akan dibuat dalam jumlah yang banyak, maka perlu dipikirkan cara memperbanyak.
5. Penanda tanganan surat
Setelah konsep surat diketik dan dilengkapi dengan semua kelengkapan surat tersebut siap untuk ditandatangani. Yang dimaksud kelengkapan disini adalah antara lain: amplop, lampiran-lampiran, dan sebagainya.
Yang berhak menandatangani adalah orang yang akan bertanggungjawab terhadap
isi surat tersebut. Jadi diserahkan kembali kepada orang yang telah memberikan parafnya  pada konsep surat tersebut.
6. Pemberian cap stempel organisasi
Setelah surat ditanda-tangani langkah berikutnya adalah diberi cap stempel organisasi, yaitu disebelah kiri atas tanda-tangan dan mengenai sebagian tanda-tangan orang yang bertanggung jawab langsung terhadap surat yang bersangkutan.
7. Pencatatan surat keluar
Langkah berikutnya adalah pencatatan surat pada Buku Agenda Surat Keluar. Yang dicatat adalah nomor urut, tanggal, tujuan surat, perihal, nomor surat, lampiran, asal surat, dan keterangan.
Contoh Buku Agenda Surat Keluar adalah sebagai berikut:
BUKU AGENDA SURAT KELUAR
No Tanggal Tujuan Surat Perihal Nomor Surat Lamp Asal Ket
1 10/09/2008 PT Setia Hati Jl Setia 45 Makasar Penawaran Barang 03/KP/Pn/IX/08 2 Bagian Marketing
Semua surat keluar perlu dicatat padaBuku Agenda Surat Keluar, tujuannya adalah:
  1. untuk mengetahui banyaknya surat yang telah dibuat
  2. untuk mengontrol surat yang keluar
  3. untuk mengetahui jumlah surat-surat yang telah keluar
8. Pengiriman surat
Proses pengiriman surat secara umum ada dua macam, yaitu;
  1. dikirim oleh petugas pengiriman surat
  2. dikirim melalui jasa pengiriman surat
Oleh karenanya surat-surat yang akan dikirim perlu dipisah-pisahkan terlebih dahulu, mana yang akan dikirim oleh petugas dan mana yang akan dikirim melalui jasa pengiriman.
Untuk yang dikirim melalui jasa pengiriman perlu dipisah-pisahkan lagi menurut jenis jasa pengirimannya,yaitu didasarkan kepada tingkat kepentingannya dan lama waktu pengirimannya. Seperti misalnya apabila akan menggunakan jasa pos, apakah menggunakan jenis kiriman biasa, kilat, kilat khusus, tercatat dan sebagainya. Jadi harus dapat menentukan jenis jasa pengiriman yang tepat sesuai dengan kebutuhan surat yang akan dikirim.
Adapun jasa-jasa pengiriman surat yang dapat dipergunakan adalah ada 3 kemungkinan, yaitu;
  1. Perum Pos dan Giro
  2. Perum Telekomunikasi
  3. Jasa Pengiriman Swasta
a. Perum Pos danGiro
Jasa yang diberikan oleh PerumPos dan Giro sehubungan dengan pengiriman surat adalah mengirimkan Surat Pos. Yang dimaksud dengan Surat Pos adalah nama himpunan umtuk surat, warkat pos, barang cetakan, surat kabar, dan bungkusan kecil.
Tentang jenis pelayanan yang disediakan antara lain adalah;
  1. Biasa, jenis pengiriman ini memakan waktu antara 3 hari -7 hari atau lebih, tergantung jauh dekatnya alamat tujuan.
  2. Kilat, jenis pengiriman ini memakan waktu antara 1 hari – 1 minggu.
  3. Kilat khusus, jenis pengiriman ini memakan waktu 24 jam. Tetapi belum semua kota di Indonesia terjangkau oleh jenis jasa ini.
  4. POSPATAS, yaitu singkatan dari Pos Cepat Antar Kota Terbatas, Jasa jenis ini membutuhkan waktu maksimal 12 jam. Pelayanannya hanya antara jam 07.00 – 23.00 dan untuk kota-kota tertentu saja
  5. EMS (Express Mail Service), yaitu merupakan sarana yang terpercaya untuk kecepatan dan ketepatan kiriman pos ke luar negeri. Jenis pelayanannya ada 2 macam, yaitu:
  • On Schedule Service (EMS/OS)  ,yaitu pelayanan pengiriman  EMS dengan alamat dan jadwal pengiriman tertentu sesuai dengan kontrak yang dibuat antara pengirim dengan Kantor Pos dan Giro
  • On Demand Service (EMS/OD), yaitu pelayanan pengiriman EMS yang dapat dilakukan setiap saat selama loket masih buka.
  1. Kiriman Tercatat, yaitu jenis pengiriman yang aman, biasanya digunakan untuk mengirim dokumen atau surat yang penting dan mempunyai nilai tertentu, seperti surat perjanjian, ijasah dan sejenisnya. Jika menggunakan jasa ini, pengirim akan mendapatkan tanda bukti pengiriman. Tanda bukti ini harus disimpan, sebagai tanda bukti.
Setiap jenis pengiriman tadi mempunyai tingkatan tarif biaya yang berbeda-beda. Tentang daftar tarif, biasanya setiap tahun Kantor Pos dan Giro menerbitkan dan diperjual belikan untuk umum. Hal lain yang mempengaruhi besar kecil biaya pengiriman adalah berat-ringannya dokumen yang  dikirim. Jadi setiap surat yang akan dikirim melalui Kantor Pos dan Giro harus ditimbang timbang terlebih dahulu, kemudian dilihat di daftar terif untuk menentukan atau memberikan jumlah perangko yang harus ditempel Penimbangan dan Pemberian perangko ini dapat dilakukan sendiri atau oleh Kator Pos dan Giro tempat mengirim.
Dalam menggunakan jasa pengiriman melalui Pos dan Giro, penulisan alamat sangat penting untuk diperhatikan. Cara penulisan alamat yang benar menurut petunjuk yang diberikan oleh Perum Pos dan Giro adalah sebagai berikut:
  1. Susunan alamat agar di tulis pada bagian kanan smapul surat. Selain nama dan tempat tinggal dan alamat, juga nama gang, jalan, nomor rumah, nomor RT dan RW, Kabupaten dan Propinsi ditulis pada susunan alamat tersebut. Yang lebih penting lagi jangan lupa: Cantumkam Nomor Kode Pos pada alamat anda.  Contoh:
Kepada
Yth. Sdri. Alin Nurlina
Jl. Rumah Sakit
Gg. Sukarasa 8 RT. O7/RW. 02
Kel. Kahuripan, Kec. Tawang
Tasikmalaya 46115
Kepada
CV. BUDI PERMADI
Jl. Gelatik Dalam 42/151A
Bandung 40133
  1. Sedangkan semua kiriman untuk alamat Luar Negeri, Cantumkan nama Negara tujuan dan jika ada cantumkan nomor  penyaluran pos atau nama daerah antar.
Contoh:
Miss Cindy Brewer
507 Kanthy Drive, Tecumseh
Oklahoma 74873
U.S.A
Felicia Wong Pty.Ltd
6-188. BLK 97, Whampoa Drive
Singapore 12323
b.  Perum Telekomunikasi.
Jenis jasa yang diberikan olah Perumtel antara lain adalah:
-         Telegram
-         Telex
-         Teletex, yaitu suatu jasa teleks dengan kemampuan pengiriman yang lebih cepat
-         Telefax (Facsimile), yaitu suatu jasa fotokopi jarak jauh yang dikirimkan melalui media telekomunikasi dengan kemampuan lebih cepat dan lebih murah.
-         Electronic Mail (E-Mail), pengiriman berita baik tertulis maupun bentuk suara yang memakai fasilitas gabungan telekomunikasi dan computer sehingga berita tersebut dapat disimpan dan diakses dari seluruh penjuru dunia bagi mereka yang berkepentingan.
  1. c. Jasa Pengiriman Swasta
Yang dimaksud disini adalah biro-biro jasa pengiriman yang disediakan oleh pihak swasta seperti ELTEHA dan berbagai biro jasa pengiriman yang lain.
Untuk semua surat-surat yang akan dikirimkan, baik oleh petugas sendiri maupun melalui jasa pengiriman, biasanya dibuatkan atau dicatat pada buku Ekspedisi Ekstern. Buku ini mencatat surat-surat yang dikirim, kemana tujuannya, dan siapa yang menerima surat-surat tersebut. Penerima surat akan membubuhkan tanda tangan atau paraf pada buku tersebut sebagai bukti bahwa suratnya telah diterima. Untuk surat yang dikirim melalui jasa pengiriman, yang tanda tangan atau paraf adalah petugas di tempat jasa pengiriman.
Adapun bentuk Buku Ekspedisi Ekstern adalah sebagai berikut:
BUKU EKSPEDISI EKSTERN
No Tgl Pengiriman Nomor Surat Tujuan Paraf Penerima
23 12/09/2008 23K/M/Pr/IX/08 CV. Wardana Jalan Perkutut 56
Bandung 40133

Sabtu, 31 Agustus 2013

SEJARAH PERTAMBANGAN DAN ENERRGI



  1. Tahun 1945 : Lembaga pertama yang menangani Pertambangan di Indonesia adalah Jawatan Tambang dan Geologi yang dibentuk pada tanggal 11 September 1945. Jawatan ini, semula bernama Chisitsu Chosajo, bernaung di Kementerian Kemakmuran.
  2. Tahun 1952 :Jawatan dan Geologi yang pada saat itu berada di Kementerian Perindustrian, berdasarkan SK Menteri Perekonomian no. 2360a/M Tahun 1952, di ubah menjadi Direktorat Pertambangan yang terdiri atas Pusat Jawatan Pertambangan dan Pusat Jawatan Geologi.
  3. Tahun 1957 : Berdasarkan Keppres no.131 Tahun 1957 Kementerian Perekonomian dipecah menjadi Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian. Berdasarkan SK Menteri Perindustrian no. 4247 a/M tahun 1957, Pusat-pusat dibawah Direktorat Pertambangan berubah menjadi Jawatan Pertambangan dan Jawatan Geologi.
  4. Tahun 1959 : Kementerian Perindustrian dipecah menjadi Departemen Perindustrian Dasar/Pertambangan dan Departemen Perindustrian Rakyat dimana bidang pertambangan minyak dan gas bumi berada dibawah Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan.
  5. Tahun 1961 : Pemerintah membentuk Biro Minyak dan Gas Bumi yang berada dibawah Departemen Perindustrian Dasar dan Pertambangan.
  6. Tahun 1962 ; Jawatan Geologi dan Jawatan Pertambangan diubah menjadi Direktorat Geologi dan Direktorat Pertambangan.
  7. Tahun 1963 : Biro Minyak dan Gas Bumi diubah menjadi Direktorat Minyak dan Gas Bumi yang berada dibawah kewenangan Pembantu Menteri Urusan Pertambangan dan Perusahaan-perusahaan Tambang Negara.
  8. Tahun 1965 : Departemen Perindustrian Dasar/Pertambangan dipecah menjadi tiga departemen yaitu : Departemen Perindustrian Dasar, Departemen Pertambangan dan Departemen Urusan Minyak dan Gas Bumi.
  9. Pada tanggal 11 Juni 1965 Menteri Urusan Minyak dan Gas Bumi menetapkan berdirinya Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
  10. Tahun 1966 : Departemen Urusan Minyak dan Gas Bumi dilebur menjadi Kementerian Pertambangan dan Migas yang membawahi Departemen Minyak dan Gas Bumi.
  11. Tahun 1966 : dalam Kabinet Ampera, Departemen Minyak dan Gas Bumi dan Departemen Pertambangan dilebur menjadi Departemen Pertambangan.
  12. Tahun 1978 : Departemen Pertambangan berubah menjadi Departemen Pertambangan dan Energi.
  13. Tahun 2000 : Departemen Pertambangan dan Energi berubah menjadi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

PERTAMBANGAN

Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineralbatubarapanas bumimigas).
Paradigma baru kegiatan industri pertambangan ialah mengacu pada konsep Pertambangan yang berwawasan Lingkungan dan berkelanjutan, yang meliputi :
Ilmu Pertambangan : ialah ilmu yang mempelajari secara teori dan praktik hal-hal yang berkaitan dengan industri pertambangan berdasarkan prinsip praktik pertambangan yang baik dan benar (good mining practice)
Pertambangan adalah ekstraksi mineral berharga atau bahan geologi lainnya dari bumi, dari badan bijih, lapisan, vena, (batubara) seam atau karang, yang membentuk cakrawala mineral dan paket kepentingan ekonomi penambang.
Untuk mendapatkan akses ke paket mineral dalam area sewa (sewa Pertambangan Hak alias) itu sering perlu untuk menambang melalui (untuk menciptakan akses, poros, addits, landai) atau menghapus ke sisi bahan limbah yang tidak menarik langsung ke penambang. Gerakan total bijih dan limbah, yang juga mencakup penghapusan tanah dalam beberapa kasus, ini disebut sebagai proses penambangan. Tergantung pada sikap, sifat, dan grade dari badan bijih, itu sering terjadi bahwa limbah lebih dari bijih ditambang selama kehidupan tambang. Penghapusan limbah dan penempatan merupakan biaya utama untuk operator pertambangan dan untuk memfasilitasi perencanaan rinci karakterisasi geologi dan mineralisasi rinci bahan limbah merupakan bagian penting dari program eksplorasi geologi.
Sampah tersebut diklasifikasikan sebagai steril atau mineral (dengan asam menghasilkan potensial) dan gerakan dan susun (atau dumping) dari bahan ini merupakan bagian utama dari proses perencanaan tambang. Dalam kasus di mana paket mineralisasi ditentukan oleh ekonomi cut-off, limbah termineralisasi di dekat kelas dibuang secara terpisah dengan pandangan untuk pengobatan harus memasarkan kondisi perubahan dan menjadi layak ekonomi untuk mengobati bahan ini. Parameter teknik sipil desain yang digunakan dalam desain dari pembuangan limbah, dan kondisi khusus berlaku untuk tinggi curah hujan daerah, misalnya Brazil atau Venezuela, atau di mana kesedihan diciptakan di daerah seismik aktif seperti Chile, Peru, dan bagian dari Kanada. Selain itu, desain limbah dump harus memenuhi semua persyaratan peraturan dari negara yang wilayah tambang berada. Ini juga kebiasaan yang umum bagi perusahaan pertambangan besar untuk melakukan rehabilitasi kesedihan dapat diterima standar internasional, yang dalam beberapa kasus berarti bahwa standar yang lebih tinggi dari standar peraturan lokal diterapkan.
Bahan kepentingan ekonomi (alias sebagai bijih) ditemukan oleh pertambangan termasuk logam dasar, logam mulia, besi, uranium, batubara, berlian, batu kapur, serpih minyak, batu garam dan kalium. Pertambangan diperlukan untuk mendapatkan berbagai bahan yang tidak dapat tumbuh melalui proses pertanian, atau diciptakan secara artifisial di laboratorium atau pabrik. Pertambangan dalam arti yang lebih luas terdiri dari ekstraksi dari setiap sumber daya tidak terbarukan (misalnya, minyak bumi, gas alam, atau bahkan air).
Pertambangan batu dan logam telah dilakukan sejak zaman prasejarah. Proses penambangan modern melibatkan prospek untuk tubuh bijih, analisis potensi keuntungan dari tambang yang diusulkan, ekstraksi bahan yang diinginkan dan akhirnya reklamasi tanah untuk mempersiapkan untuk kegunaan lain setelah tambang ditutup.
Sifat proses penambangan menciptakan potensi dampak negatif terhadap lingkungan baik selama operasi penambangan dan selama bertahun-tahun setelah tambang ditutup. Dampak ini telah menyebabkan sebagian besar negara di dunia mengadopsi peraturan untuk memoderasi efek negatif dari operasi pertambangan. Keamanan telah lama menjadi perhatian juga, meskipun praktik modern memiliki keamanan ditingkatkan di tambang secara signifikan.
Pertambangan metode dan prosedur
Langkah pengembangan tambang
Skema memotong dan operasi pertambangan mengisi di hard rock.
Proses penambangan dari penemuan badan bijih melalui ekstraksi mineral dan akhirnya untuk mengembalikan tanah ke keadaan aslinya terdiri dari beberapa langkah yang berbeda. Yang pertama adalah penemuan tubuh bijih, yang dilakukan melalui prospeksi atau eksplorasi untuk menemukan dan kemudian menentukan tingkat, lokasi dan nilai dari tubuh bijih. Hal ini menyebabkan estimasi sumber daya matematis untuk memperkirakan ukuran dan grade deposit.
Estimasi ini digunakan untuk melakukan studi pra-kelayakan untuk menentukan ekonomi teoritis deposit bijih. Ini mengidentifikasi, sejak dini, apakah investasi lebih lanjut dalam estimasi dan studi rekayasa dibenarkan dan mengidentifikasi risiko utama dan daerah untuk bekerja lebih lanjut. Langkah selanjutnya adalah melakukan studi kelayakan untuk mengevaluasi kelayakan keuangan, teknis dan risiko keuangan dan ketahanan proyek.
Ini adalah ketika perusahaan pertambangan membuat keputusan untuk mengembangkan tambang atau untuk berjalan kaki dari proyek tersebut. Ini termasuk tambang berencana untuk mengevaluasi bagian ekonomis dapat diperoleh dari deposito, metalurgi dan pemulihan bijih, pemasaran dan payability dari bijih konsentrat, rekayasa keprihatinan, penggilingan dan biaya infrastruktur, keuangan dan persyaratan ekuitas dan analisis tambang yang diusulkan dari awal penggalian semua jalan melalui untuk reklamasi. Proporsi deposit yang ekonomis dapat diperoleh tergantung pada faktor pengayaan bijih di daerah.
Setelah analisis menentukan tubuh bijih yang diberikan bernilai pulih, pembangunan dimulai untuk membuat akses ke tubuh bijih. Bangunan tambang dan pabrik pengolahan yang dibangun dan peralatan yang diperlukan diperoleh. Pengoperasian tambang untuk memulihkan bijih dimulai dan terus selama perusahaan pengelola tambang menemukan ekonomis untuk melakukannya. Setelah semua bijih tambang yang dapat menghasilkan menguntungkan sudah pulih kembali, reklamasi mulai membuat tanah yang digunakan oleh tambang cocok untuk penggunaan masa depan.
Pertambangan teknik
Underground longwall pertambangan.
Teknik pertambangan dapat dibagi menjadi dua jenis penggalian yang umum: permukaan pertambangan dan sub-permukaan (tanah) pertambangan. Pertambangan permukaan jauh lebih umum, dan menghasilkan, misalnya, 85% dari mineral (termasuk minyak bumi dan gas alam) di Amerika Serikat, termasuk 98% dari bijih logam [24] Target dibagi menjadi dua kategori umum dari bahan:. Placer deposito, yang terdiri dari mineral berharga yang terkandung dalam sungai kerikil, pasir pantai, dan bahan lainnya yang tidak dikonsolidasi, dan deposito lapisan, di mana mineral berharga yang ditemukan di pembuluh darah, dalam lapisan, atau butiran mineral umumnya didistribusikan ke seluruh massa batuan yang sebenarnya. Kedua jenis deposit bijih, placer atau lapisan, yang ditambang oleh kedua metode permukaan dan bawah tanah.
Pengolahan bahan bijih placer terdiri dari gravitasi tergantung metode pemisahan, seperti kotak pintu air. Hanya kecil gemetar atau mencuci mungkin diperlukan untuk memisahkan (unclump) pasir atau kerikil sebelum pengolahan. Pengolahan bijih dari tambang lapisan, apakah itu merupakan tambang permukaan atau bawah permukaan, mensyaratkan bahwa bijih batuan dihancurkan dan ditumbuk sebelum ekstraksi mineral berharga dimulai. Setelah bijih lapisan dihancurkan, pemulihan mineral berharga dilakukan oleh satu, atau kombinasi dari beberapa teknik, mekanik dan kimia.
Uranium tambang dekat Moab, Utah.
Beberapa pertambangan, termasuk banyak dari unsur tanah jarang dan pertambangan uranium, dilakukan oleh kurang umum metode, seperti in-situ pencucian: teknik ini melibatkan menggali baik di permukaan maupun di bawah tanah. Ekstraksi mineral target dengan teknik ini mensyaratkan bahwa mereka dapat larut, misalnya, kalium, klorida kalium, natrium klorida, natrium sulfat, yang larut dalam air. Beberapa mineral, seperti mineral tembaga dan oksida uranium, memerlukan asam karbonat atau solusi untuk membubarkan [25]. [26]
Pertambangan permukaan dilakukan dengan menghapus (stripping) vegetasi permukaan, kotoran, dan jika perlu, lapisan batuan dasar untuk mencapai cadangan bijih terkubur. Teknik penambangan permukaan meliputi; Open-pit mining yang terdiri dari pemulihan bahan dari pit terbuka di tanah, penggalian atau mengumpulkan bahan bangunan dari tambang terbuka, strip pertambangan yang terdiri dari lapisan permukaan pengupasan off untuk mengungkapkan bijih / lapisan bawah , dan puncak gunung penghapusan, umumnya terkait dengan pertambangan batubara, yang melibatkan mengambil puncak gunung off untuk mencapai cadangan bijih di kedalaman. Deposito placer Sebagian besar (tetapi tidak semua), karena sifat dangkal mereka dikuburkan, yang ditambang dengan metode permukaan. Pertambangan Landfill, akhirnya, melibatkan situs di mana tempat pembuangan sampah yang digali dan diproses. [27]
Sub-permukaan tambang terdiri dari menggali terowongan atau poros ke dalam bumi untuk mencapai cadangan bijih terkubur. Ore, untuk batu pengolahan, dan limbah, pembuangan, dibawa ke permukaan melalui terowongan dan lubang. Sub-permukaan tambang dapat diklasifikasikan oleh jenis poros akses yang digunakan, metode ekstraksi atau teknik yang digunakan untuk mencapai deposit mineral. Pertambangan Drift menggunakan terowongan akses horisontal, pertambangan kemiringan poros menggunakan akses diagonal miring dan pertambangan poros terdiri dari poros akses vertikal. Pertambangan di formasi batuan keras dan lunak memerlukan teknik yang berbeda.
Metode lain termasuk susut pertambangan lombong pertambangan yang naik menciptakan ruang bawah tanah miring, panjang dinding tambang yang menggiling permukaan tanah bijih panjang dan ruang dan pilar yang mengeluarkan bijih dari kamar sementara meninggalkan pilar di tempat untuk mendukung atap ruangan. Kamar dan pilar pertambangan sering menyebabkan mundur tambang yang menghilangkan pilar yang mendukung kamar, memungkinkan ruang untuk gua di, melonggarkan bijih lebih. Tambahan sub-permukaan metode penambangan termasuk pertambangan hard rock yang merupakan pertambangan bahan keras, lubang bor pertambangan, melayang dan mengisi pertambangan, lubang lereng tambang panjang, caving tingkat sub dan caving blok.
sumber : 

Rabu, 24 Juli 2013

Nasihat Imam Al Ghozali

suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. lalu Ia bertanya,
      Pertama, "apa yang paling dekat dengan diri kita didunia ini?". murid-muridnya menjawab,"orangtua, guru, kawan, dan sahabat". Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". sebab itu, sesungguhnya janji Allah Swt. bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185).
      Kedua, "apa yang paling jauh dari diri kita didunia ini?". murid-muridnya menjawab, "negara cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang". lalu imam ghozali menjelaskan semua jawaban yang mereka berikan itu benar, tetapi yang paling benar adalah "MASA LALU". walau dengan cara apapun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. oleh sebab itu, kita harus menjaga hari  ini dan hari seterusnya  dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama.
      Ketiga, "apa yang paling besar didunia ini?". murid-muridnya menjawab,"gunung, bumi, dan matahari". Imam Gzozali mengatakan bahwa semua jawaban itu benar, tetapi yang paling besar yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (Al A'Raf 179).maka kita harus berhati-hati dengan nafsu, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.
      keempat, "apa yang paling berat didunia ini?". ada yang menjawab ,"besi dan gajah". Imam Ghozali mengatakan bahwa semua jawaban benar, tetapi yang paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH" (Al Ahzab 72). tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat tidak mampu ketika Allah swt meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah swt,. sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka, karena ia tidak dapat memegang amanahnya.
       Kelima, "apa yang paling ringan di dunia ini?". ada yang menjawab "kapas, angin,debu, dan dedaunan". Imam Ghozali mengatakan bahwa semua itu benar, tetapi yang paling ringan adalah "MENINGGALKAN SHALAT". gara-gara sedang rapat kita meninggalkan shalat, gara-gara pekerjaan kita meninggalkan shalat.
        Keenam, "apakah yang paling tajam didunia ini?". murid-muridnya menjawab dengan serentak,"pedang". Imam Ghozali berkata itu benar, tetapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA". malalui lidah, manusia selalu menyakiti hati dan melukai perasaann saudaranya sendiri.

Minggu, 10 Februari 2013


ABBAS IBN FIRNAS (ILMUAN ISLAM PENEMU KONSTRUKSI PESAWAT TERBANG)

20OKT
ABBAS IBNU FIRNAS
Abbas Qasim Ibnu Firnas (di Barat dikenal dengan nama Armen Firman) dilahirkan pada tahun 810 Masehi di Izn-Rand Onda, Al-Andalus (kini Ronda, Spanyol). Dia dikenal ahli dalam berbagai disiplin ilmu, selain seorang ahli kimia, ia juga seorang humanis, penemu, musisi, ahli ilmu alam, penulis puisi, dan seorang penggiat teknologi. Pria keturunan Maroko ini hidup pada saat pemerintahan Khalifah Umayyah di Andalusia (Spanyol).
Pada tahun 852, di bawah pemerintahan Khalifah Abdul Rahman II, Ibnu Firnas memutuskan untuk melakukan ujicoba ‘terbang’ dari menara Masjid Mezquita di Cordoba dengan menggunakan semacam sayap dari jubah yang disangga kayu. Sayap buatan itu ternyata membuatnya melayang sebentar di udara dan memperlambat jatuhnya, ia pun berhasil mendarat walau dengan cedera ringan. Alat yang digunakan Ibnu Firnas inilah yang kemudian dikenal sebagai parasut pertama di dunia.Keberhasilannya itu tak lantas membuatnya berpuas diri. Dia kembali melakukan serangkaian penelitian dan pengembangan konsep serta teori yang ia adopsi dari gejala-gejala alam yang kerap diperhatikannya.

Pada tahun 875, saat usianya menginjak 65 tahun, Ibnu Firnas merancang dan membuat sebuah mesin terbang yang mampu membawa manusia. Setelah versi finalnya berhasil dibuat, ia sengaja mengundang orang-orang Cordoba untuk turut menyaksikan penerbangan bersejarahnya di Jabal Al-‘Arus (Mount of the Bride) di kawasan Rusafa, dekat Cordoba.
Penerbangan yang disaksikan secara luas oleh masyarakat itu terbilang sangat sukses. Sayangnya, karena cara meluncur yang kurang baik, Ibnu Firnas terhempas ke tanah bersama pesawat layang buatannya. Dia pun mengalami cedera punggung yang sangat parah. Cederanya inilah yang membuat Ibnu Firnas tak berdaya untuk melakukan ujicoba berikutnya.
Kecelakaan itu terjadi karena Ibnu Firnas lalai memperhatikan bagaimana burung menggunakan ekor mereka untuk mendarat. Dia pun lupa untuk menambahkan ekor pada model pesawat layang buatannya. Kelalaiannya inilah yang mengakibatkan dia gagal mendaratkan pesawat ciptaannya dengan sempurna.
Cedera punggung yang tak kunjung sembuh mengantarkan Ibnu Firnas pada proyek-proyek penelitian di laboratorium. Seperti biasanya, ia meneliti gejala-gejala alam di antaranya mempelajari mekanisme terjadinya halilintar dan kilat, menentukan tabel-tabel astronomis, dan merancang jam air yang disebut Al-Maqata. Ibnu Firnas pun berhasil mengembangkan formula untuk membuat gelas dari pasir. Juga mengembangkan peraga rantai cincin yang digunakan untuk memperlihatkan pergerakan planet-planet dan bintang-bintang.
Patrons karya Abbas ibn Firnas. Sebuah puncak Science yang menelusuri angkasa luar yang menandai kegemilangan zaman al-Andalus. Dari dasar-dasar grafitasi ini ibn Firnas sudah menentukan dasar-dasar bagi pembuatan pesawat angkasa, 600 th sebelum Leonardo da Vinci berimaginasi dengan planetariumnya.
Yang tak kalah menariknya, Firnas berhasil mengembangkan proses pemotongan batu kristal, yang pada saat itu hanya orang-orang Mesir yang mampu melakukannya. Berkat penemuannya ini, Spanyol saat itu tidak perlu lagi mengekspor quartz ke Mesir, tapi bisa diselesaikan sendiri di dalam negeri.
Salah satu penemuannya yang terbilang amat penting adalah pembuatan kaca silika serta kaca murni tak berwarna. Ibnu Firnas juga dikenal sebagai ilmuwan pertama yang memproduksi kaca dari pasir dan batu-batuan. Kejernihan kaca atau gelas yang diciptakannya itu mengundang decak kagum penyair Arab, Al-Buhturi (820 M – 897 M).
Abbas Ibnu Firnas wafat pada tahun 888, dalam keadaan berjuang menyembuhkan cedera punggung yang diderita akibat kegagalan melakukan ujicoba pesawat layang buatannya.
Walaupun percobaan terbang menggunakan sepasang sayap dari bulu dan rangka kayu tidak berhasil dengan sempurna, namun gagasan inovatif Ibnu Firnas kemudian dipelajari Roger Bacon 500 tahun setelah Firnas meletakkan teori-teori dasar pesawat terbangnya. Kemudian sekitar 200 tahun setelah Bacon (700 tahun pascaujicoba Ibnu Firnas), barulah konsep dan teori pesawat terbang dikembangkan.
Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa gegap gempitanya industri pesawat terbang modern seperti saat ini, tidak lepas dari perjuangan seorang Ibnu Firnas yang rela babak belur untuk sekadar melayang sebentar layaknya burung terbang.
Sosok Abbas Ibnu Firnas, kini hanya bisa kita temui tercetak di atas sebuah prangko buatan Libia, menjelma pada sosok patung dan nama lapangan terbang di Baghdad, dan abadi di salah satu kawah permukaan Bulan.
percobaannya yang terkenal di Cordoba Spanyol, Firnas terbang tinggi untuk beberapa saat sebelum kemudian jatuh ke tanah dan mematahkan tulang belakangnya. Desain yang dibuatnya secara tidak terduga menjadi inspirasi bagi seniman Italia Leonardo da Vinci ratusan tahun kemudian.

Sejarah Awal Pesawat Terbang Di Indonesia

Kalau ada informasi salah / kurang lengkap, mohon dikoreksi atau dilengkapi. Terima kasih. 



Sejarah awal pesawat terbang di Indonesia ...
 




1911: 
quote:

Pesawat terbang jenis Antoinette diangkut ke Surabaya menggunakan kapal laut. 18 Maret 1911 Gijs Kuller (orang Belanda) mendemonstrasikan pesawat tersebut terbang di Pasar Turi Surabaya, menjadi penerbangan pesawat bermotor pertama di Indonesia. Demonstrasinya dilanjutkan ke Semarang, Yogya dan Medan. Beberapa waktu kemudian Batavia dan Solo menyusul.

quote:

Gijs P. Küller:


Gijs Kuller (tanda silang) dgn pesawat Antoinette di lapangan olahraga Poncol, Semarang 1 April 1911:


Pesawat Antoinette di Yogyakarta:


Pesawat Antoinette di lapangan olahraga Koningsplein, Jakarta (sekarang Monas):
 




1912: 
quote:

Léon de Brouckère, pencipta pesawat dari Belgia, mengirim pesawat2 tiruan satu jenis Deperdussin dan dua jenis Farman HF-20 untuk KNIL (Tentara Hindia Belanda) di Indonesia tapi tidak pernah diterbangkan sebab tidak cocok dgn iklim tropis.




1913: 
quote:

Jan Hilgers (Orang Belanda keturunan Indonesia) mendemonstrasikan pesawat Fokker Skin terbang di Surabaya. P.A Koezminski (orang Rusia) juga mendemonstrasikan pesawat Bleriot XIa terbang di Batavia. Keduanya melanjutkan demonstrasi di Semarang.

quote:

Jan Hilgers:


Jan Hilgers bersama pesawat Fokker Skin:


Fokker Skin jatuh di Semarang 2 Maret 1913, kecelakaan pesawat terbang pertama di Indonesia. Jan Hilgers selamat. Beberapa penerbangannnya tidak mulus, tidak cocok dgn iklim tropis di Indonesia:
 




1915 - 1918: 
quote:

PVA-KNIL (atau KNIL Divisi Aviasi Ujicoba, semacam TNI-AU) mulai menggunakan pesawat Farman HF-22, de Brouckère (No.1 & No.2) dan Glenn L Martin (model TT, TA, TE dan R)




1919: 
quote:

Pesawat Vickers Vimy (registrasi G-EAOU) berlomba terbang dari London (Inggris) ke Darwin (Australia) lewat Indonesia, mampir di Kalijati, Surabaya, Bima dan Atambua. Pesawat Airco DH.9 milik Inggris (registrasi G-EAQM) juga ikut lomba tsb dan mampir di Indonesia th 1920.

quote:

Pesawat Vickers Vimy (G-EAOU) di Kalijati 7 Des 1919:


Pesawat Vickers Vimy itu diiringi oleh empat pesawat Airco DH.9 milik Belanda ini utk menuju ke Kalijati:


Pesawat-pesawat Airco DH.9 milik Belanda di Kalijati saat penyambutan kedatangan pesawat Vickers Vimy:




1924: 
quote:

Rute udara Belanda - Indonesia pertama kali dibuka oleh pesawat Fokker F.VII (registrasi H-NACC) dengan terbang dari Amsterdam ke Batavia, berhenti di 21 kota termasuk Medan dan Muntok, total waktu terbang 127 jam.

quote:

Pesawat Fokker F.VII (H-NACC) terbang rute perdana dari Amsterdam ke Batavia mampir di lapangan olahraga Medan 21 Nov 1924:




1928: 
quote:

Tgl 1 Nov 1928 perusahaan KNILM (nenek moyang Garuda  ) membuka penerbangan domestik berjadwal pertama di Indonesia dgn rute-rute: Batavia (Tjililitan airfield) - Bandung (Andir airfield) dan Batavia - Semarang (Simongan airfield, kadang disebut Kembang Haroem airfield, sekarang tidak ada lagi). Pesawatnya Fokker F.VIIb-3m dgn registrasi PK-AFA sd PK-AFD (sebelumnya H-NAFA sd H-NAFD).

quote:

Tjililitan airfield, Jakarta (sekarang Halim Perdanakusuma airport):


Andir airfield, Bandung (sekarang Husein Sastranegara airport):


Simongan airfield, Semarang (kadang disebut Kembangaroem / Kembang Haroem airfield, sekarang tidak ada lagi):


quote:


btw foto tjililitan dan samongan airfield ada kemiripan ya, yaitu bentuk bangunan terminal (?) dan penempatan menara navigasi (?).
Apakah masa itu layout dari airfield yang dibangun oleh Belanda memiliki bentuk yang disamakan ?

Ya bentuk terminal dan menaranya sama kecuali pohon2 cemara itu. Mungkin keduanya sengaja dibangun dgn desain sama. Ini foto lain Andir airfield yg diambil dari atas menara, tampak bentuk terminalnya berbeda dari Tjililitan dan Simongan: 

copyright by : http://www.indoflyer.net/forum/tm.asp?m=592569

TATA CARA PENGURUSAN SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR

Yang dimaksud dengan surat masuk adalah surat-surat yang diterima oleh suatu organisasi baik dari organisasi lain maupun dari p...